Sabtu, 08 Desember 2018

Telecommunication & Mobile Computing


1. Internet & World Wide Web
Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komunikasi yang menggunakan media elektronik, yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").


World Wide Web
World Wide Web, biasa lebih terkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada Internet.
WWW merupakan kumpulan peladen web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.


2. Teknologi Telekomunikasi

Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain.


https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_komunikasi

3. Teknologi Nirkabel/Bukan Kabel/Wireless
Telekomunikasi nirkabel adalah transfer informasi antara dua atau lebih titik yang tidak terhubung oleh penghantar listrik. Jarak bisa pendek, seperti beberapa meter untuk remote control televisi, atau sejauh ribuan atau bahkan jutaan kilometer untuk ruang-dalam komunikasi radio. Ini meliputi berbagai jenis tetap, mobile, dan portabel radio dua arah, telepon seluler, personal digital assistant (PDA), dan jaringan nirkabel. Contoh lain dari teknologi nirkabel termasuk GPS unit, pembuka pintu garasi atau pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard dan headset (audio), headphone, penerima radio, televisi satelit, siaran televisi tanpa kabel dan telepon.


Senin, 24 September 2018

Tugas Kuliah IF, VLOOKUP, LEFT & MID


Soal :
Mencari Nama Produk, Harga Dasar, Harga Paket Tambahan,Diskon, dan Total diatas.

Ada
1. Untuk mencari Nama Produk kita dapat menggunakan rumus: =VLOOKUP(LEFT(B4;5);$B$18:$D$23;2) yang merupakan rumus perpaduan antara VLOOKUP dan LEFT.

2. Untuk mengisi Harga dasar kita dapat menggunakan rumus: =VLOOKUP(LEFT(B4;5);$B$18:$D$23;3) rumus yang sama dengan nama produk, yang membedakan hanya bagian akhir, karena menentukan tabel mana yang akan kita ambil.

3. Untuk mengisi Harga Paket Tambahan kita dapat menggunakan rumus: =IF(LEFT(B4;1)="A";VLOOKUP(MID(B4;6;2);$B$28:$E$30;2;0);IF(LEFT(B4;1)="B";VLOOKUP(MID(B4;6;2);$B$28:$E$30;3;0);IF(LEFT(B4;1)="C";VLOOKUP(MID(B4;6;2);$B$28:$E$30;4;0))) rumus yang sedikit lebih rumit dikarenakan kita  menggunakan dua kode.

4. Untuk mengisi Diskon kita dapat menggunakan rumus: =IF(F4<=5;VLOOKUP(F4;$G$17:$J$18;1;1)*D4;IF(F4<=10;VLOOKUP(F4;$G$17:$J$18;2;2)*D4;IF(F4<=15;VLOOKUP(F4;$G$17:$J$18;3;3)*D4;IF(F4>=16;VLOOKUP(F4;$G$17:$J$18;4;4)*D4)))) perpaduan antara 2 rumus yaitu IF dan VLOOKUP.

5. Dan terakhir untuk mengisi Total Kita dapat menggunakan rumus: =D4+E4-G4

Semoga bermanfaat :)

Minggu, 02 September 2018

Tugas Kuliah TI



KETENTUAN SOAL :
  1. SHIFT, ditentukan oleh digit 1, jika P = Pagi & S = Sore.
  2. ANGKATAN, ditentukan oleh digit 2 & 3, jika 12 maka 2012, jika 13 maka 2013, jika 14 maka 2014, jika 15 maka 2015.
  3. PRODI, ditentukan oleh digit 4 & 5, jika MN = Manajemen, jika AK = Akuntansi, jika TI = Teknik Informatika, jika TM = Teknik Minyak, jika TK = Teknik Kimia, jika HK = Hukum, jika PS = Psikologi.
  4. BIAYA SPP, ditentukan berdasarkan angkatan, jika 2012 maka Rp5.000.000,00; jika 2013 maka Rp6.000.000,00; jika 2014 maka Rp7.000.000,00; jika 2015 maka Rp8.000.000,00.
  5. JUMLAH SKS, ditentukan oleh digit ke 5 & 6, jika 18 maka 18 sks, jika 20 maka 20 sks, jika 22 maka 22 sks, jika 24 maka 24 sks.
  6. BIAYA PER SKS, ditentukan berdasarkan PRODI, jika MN maka Rp35.000,00; jika AK maka Rp45.000,00; jika TI maka Rp65.000,00; jika TM maka Rp100.000,00; jika TK maka Rp75.000,00, jika HK maka Rp50.000,00; jika PS maka Rp55.000,00.
  7. TOTAL BAYAR, diambil dari JUMLAH SKS X BIAYA PER SKS dan jika SHIFT SORE ditambah Rp500.000,00.
  8. POTONGAN, diberikan kepada ANGKATAN 2012 30% dari BIAYA SPP dengan PRODI MN; ANGKATAN 2012 20% dari BIAYA SPP dengan PRODI AK; ANGKATAN 2012 10% dari BIAYA SPP dengan PRODI HK.
  9. JUMLAH DANA, diperoleh dari TOTAL BAYAR, juga jumlah POTONGAN, dicari masing - masing.
  10. JUMLAH MAHASISWA, diperoleh dari jumlah mahasiswa TOTAL BAYAR, juga jumlah mahasiswa yang mendapat POTONGAN, dicari masing - masing.


Sabtu, 25 Agustus 2018

Etika, Privasi, dan Keamanan Informasi

1. Isu Etika :
  • Isu Privasi: Rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
  • Isu Akurasi: Autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
  • Isu Properti: Kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  • Isu Aksesibilitas: Hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi 
2. Privasi
Kerahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.

Hak pelanggaran privasi oleh pemerintah, perusahaan, atau individual menjadi bagian di dalam hukum di banyak negara, dan kadang, konstitusi atau hukum privasi. Hampir semua negara memiliki hukum yang, dengan berbagai cara, membatasi privasi, sebagai contoh, aturan pajak umumnya mengharuskan pemberian informasi mengenai pendapatan. Pada beberapa negara, privasi individu dapat bertentangan dengan aturan kebebasan berbicara, dan beberapa aturan hukum mengharuskan pemaparan informasi publik yang dapat dianggap pribadi di negara atau budaya lain.

Privasi dapat secara sukarela dikorbankan, umumnya demi keuntungan tertentu, dengan risiko hanya menghasilkan sedikit keuntungan dan dapat disertai bahaya tertentu atau bahkan kerugian. Contohnya adalah pengorbanan privasi untuk mengikut suatu undian atau kompetisi; seseorang memberikan detail personalnya (sering untuk kepentingan periklanan) untuk mendapatkan kesempatan memenangkan suatu hadiah. Contoh lainnya adalah jika informasi yang secara sukarela diberikan tersebut dicuri atau disalahgunakan seperti pada pencurian identitas.


3. Pengenalan keamanan informasi 
Keamanan informasi menggambarkan usaha untuk melindungi komputer dan non peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas di dalam sumber daya informasi dalam suatu perusahaan.Masalah keamanan informasi merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi.Akan tetapi, masalah keamanan ini kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”.Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat essensial bagi suatu organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi.

Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi.  Jaringan komputer seperti LAN(Local Area Network) dan internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat.Hal ini menjadi salah satu alasan perusahaan mulai berbondong-bondong membuat LAN untuk sistem informasinya dan menghubungkan LAN tersebut ke Internet.Terhubungnya komputer ke internet membuka potensi adanya lubang keamanan(security hole) yang tadinya bisa ditutupi dengan mekanisme keamanan secara fisik.

Suatu perusahaan memiliki sederetan tujuan dengan diadakannya sistem informasi yang berbasis komputer di dalam perusahaan. Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran utama yaitu:

  • Kerahasiaan
  • Melindungi data dan informasi perusahaan dari penyingkapan orang-orang yang tidak berhak. Inti utama dari aspek kerahasiaan adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang-orang yang tidak berhak mengakses.Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat.Serangan terhadap aspek privacy misalnya usaha untuk melakukan penyadapan.Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti keabsahan, integritas data, serta autentikasi data.
  • Ketersediaan
  • Aspek ini berhubungan dengan  metode untuk menyatakan bahwa informasi benar-benar asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. Masalah pertama untuk membuktikan keaslian dokumen dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signature.Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga intelektual property, yaitu dengan menandatangani dokumen atau hasil karya pembuat. Masalah kedua biasanya berhubungan dengan akses control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang-orang yang dapat mengakses informasi. Dalam hal ini pengguna harus menunjukkan bahwa memang dia adalah pengguna yang sah atau yang berhak menggunakannya.
  • Integritas
  • Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa izin. Sistem informasi perlu menyediakan representasi yang akurat dari sistem fisik yang direpresentasikan. 
4. Ancaman tidak langsung terhadap sistem informasi :

Secara garis besar, ancaman terhadap teknologi sistem informasi terbagi dua :

1.    Ancaman Aktif

  • Kejahatan terhadap komputer
  • Kecurangan
2.    Ancaman Pasif
  • Kegagalan sistem
  • Kesalahan manusia
  • Bencana alam
Macam AncamanContoh
Bencana alam dan politik
  • Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang.
Kesalahan manusia
  • Kesalahan pemasukkan data.
  • Kesalahan penghapusan data.
  • Kesalahan operator (salah memberi label pada pita magnetik)
Kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras
  • Gangguan listrik.
  • Kegagalan peralatan.
  • Kegagalan fungsi perangkat lunak.
Kecurangan dan kejahatan komputer
  • Penyelewengan aktivitas.
  • Penyalahgunaan kartu kredit.
  • Sabotase.
  • Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak
Program yang jahat / usil
  • Virus, cacing (worm), bom waktu, dll.
5. Melindungi sumber daya informasi

Perusahaan-perusahaan besar dan menengah memiliki infrastruktur TI yang kompleks, masing-masing mengatur sendiri pengguna. Software manajemen identitas mengotomatiskan proses melacak semua pengguna dan menetapkan setiap pengguna identitas digital yang unik untuk mengakses setiap sistem. Hal ini juga mencakup perangkat untuk otentikasi pengguna , melindungi identitas pengguna, dan mengendalikan akses ke sumber daya system. Otentikasi sering didirikan dengan menggunakan password yang dikenal hanya untuk pengguna yang berwenang.
Teknologi otentikasi baru, seperti token , smart card , dan biometrik otentikasi , mengatasi beberapa masalah. Token adalah sebuah fisik perangkat, mirip dengan kartu identitas, yang dirancang untuk membuktikan identitas dari satu pengguna. Kartu pintar adalah perangkat tentang seukuran kartu kredit yang berisi chip diformat dengan izin akses dan data lainnya. (Smart card juga digunakan dalam sistem pembayaran elektronik).
Firewall , Intrusion Detection Sistem, Dan Antivirus Software Tanpa perlindungan Firewall, sistem deteksi intrusi, dan antivirus software akan berbahaya jika menghubungkan ke internet.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Pengenalan Sistem Informasi dan Strategi Organisasi

1. Pentingnya sistem informasi ?
Sistem informasi mempunyai peran yang penting dalam kinerja sebuah organisasi. Sistem informasi memberikan banyak keuntungan, dari tugas yang simple seperti proses transaksi pada level operasional sampai ke tugas yang sulit seperti membuat keputusan penting dan kompetitif pada tingkat strategis organisasi.
Sebelum membuat sebuah keputusan, memiliki informasi yang akurat, valid dan cukup akan mempermudah dalam memprediksi apakah pilihan yang diambil lebih baik daripada pilihan lainnya. Tanpa adanya informasi yang mendukung sebuah keputusan maka keputusan tersebut bukanlah pilihan yang rasional dan sangat beresiko. Hal ini tentu dikhawatirkan akan menyebabkan ketidakstabilan dalam perusahaan. Oleh karena itulah dibutuhkan adanya sebuah sistem informasi sebagai sumber informasi dasar yang valid dan baik yang digunakan sebagai bahan pertimbangan saat pengambilan keputusan dilakukan.

2. Dampak tenknologi informasi terhadap organisasi dan peranan sistem informasi ?

Dampak TI pada organisasi  :
Penggunaan teknologi informasi, termasuk Web, telah membawa banyak perubahan organisasional dalam berbagai area, antara lain: Struktur organisasi, otoritas, kekuatan.


TI memungkinkan peningkatan produktivitas para manajer, perluasan pengendalian (banyak karyawan untuk tiap supervisor), dan pengurangan jumlah manajer serta tenaga ahli. Maka akan semakin sedikit tingkat manajerial yang akan ada dalam banyak perusahaan, dan akan makin sedikit pula staf manajer operasi. Hierarki organisasional yang lebih datar akan menghasilkan pengurangan dalam jumlah total karyawan, rekayasa ulang proses bisnis, peningkatan produktivitas karyawan, dan kemampuan karyawan di tingkat yang lebih rendah untuk melakukan pekerjaan di tingkat yang lebih tinggi melalui dukungan sistem informasi. Perkembangan terbaru dalam sistem terkomputerisasi mengubah struktur kekuatan dalam perusahaan.

Peranan sistem informasi :
Peran sistem informasi dalam suatu organisasi sangat diperlukan untuk mendukung mendukung strategi bersaing bisnis sehingga keuntungan dapat diraih. Pemanfaatan sistem informasi dalam suatu organisasi dapat optimal apabila direncanakan dengan baik dalam suatu perencaan srategis. Salah satu stretegi dalam meningkatkan daya saing adalah melalui pengembangan peran sistem informasi dalam perusahaan. Jika sebelumnya peranan sistem informasi hanya  sebagai proses penunjang saja dalam memperoleh data dengan titik berat pasa efisiensi biya operasional minimalisasi risiko operasi dari berbagai fungsi perusahaan, maka pada saat ini peranannya telah berubah menjadi alat stratergik dalam perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya.

3. Keuntungan Teknologi informasi pada organisasi ?
  • Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
  • Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
  • Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
  • Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
  • Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.


4. Sistem informasi untuk kebutuhan kompetitif :
I. KEUNGGULAN STRATEGIS
Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.Sistem informasi dapat digunakaan untuk mencapai keunggulan stratergis. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat meraih keunggulan strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan perusahaannya dan para pesaing. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategis yang menyadari arti penting dari keamanan.
 II. KEUNGGULAN TAKTIS
Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Manajer tingkat pengendalian manajemen (tingkat menengah) dapat meraih keunggulan taktis dengan mengarahkan perancangan sistem informasi yang memiliki alat penghubung umum, seperti browser Web untuk mengakses internet, yang memungkinkan pelanggan memiliki akses langsung atas informasi.
Keputusan keunggulan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan suatu sistem informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan meingkatkan profitabilitas.
III. KEUNGGULAN OPERASIONAL
Keunggulan operasional (operational advantage) adalah suatu keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Disinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses. Manajer pada tingkat pengendalian operasional (tingkat paling rendah) dapat meraih keunggulan opersional dengan mengembangkan sistem informasi yang menawarkan produk-produk komplementer ketika pelanggan mengakses pesanan mereka sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan dan mendukung kepuasan pelanggan.
Ketika tiga tingkatan diatas bekerja untuk mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan akan dapat meraih potensi keuntungan yang paling besar. Sistem informasi yang terpegaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

5. Strategi Kompetitif dari sistem informasi strategi :   

  • Strategi Kepemimpinan dalam Biaya. Menjadi produsen produk dan jasa yang berbiaya rendah dalam industry. Selain itu, perusahaan dapat menemukan berbagai cara untuk membantu para pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya pesaingnya.
  • Strategi Diferensiasi. Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaingnya. Hal ini dapat memungkinkan sebuah perusahaan untuk berfokus pada produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk(niche) tertentu suatu pasar.
  • Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis. Hal ini dapat melibatkan pengembangan berbagai produk dan jasa yang unik, atau masuk ke dalam pasar atau ceruk pasar yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan pelaksanaan perubahan yang radikal atas proses bisnis dalam mamproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis dulu dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar industri.
  • Strategi pertumbuhan. Secara signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi ke dalam produk dan jasa yang berhubungan
  • Strategi persekutuan. Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Hubungan ini dapat meliputi merger, akuisisi,joint venture, membentuk “perusahaan virtual”, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya.

Tugas Pengantar TEKNOLOGI INFORMASI


Nama : Devaldo Antonio

kelas  : 3PDK1